Communication skill theory
(keterampilan komunikasi )
Keterampilan komunikasi
hanya menyangkut kemampuan atau kualitas kinerja komunikatif seseorang. Sama seeperti orang bermain catur, mengemudi,
dan orang menari mencerminkan tingkat tertentu kemahiran, begitu juga melakukan
kegiatan komunikasi. Keterampilan komunikasi adalah salah satu yang paling
ektensif dan intensif yang mempelajari semua aspek prilaku manuisa yang
melampaui persuasive dan pengaruh social
dalam aspek prilaku verbal maupun non verbal.
Teori ini di bagi menjadi 2 :
1 1. Teori keterampilan akuisisi
Karena keterampilan yang diperoleh dari waktu ke
waktu, banyak penelitian telah difokuskan pada
pemahaman proses yang mendasari
pengembangan keterampilan. Penelitian ini menunjukan bahwa akuiisi keterampilan biasanyan prosesnya bertahap .
Proses
akuisis keterampilan ditandai dengan sejumlah perubahan prilaku dan
kognitif :
1. Menjadi
lebih cepat atau lebih lancar
2. Membuat kesalahan lebih sedikit
3. Mengalami penurunan beban kognitif, dan
4. Menjadi lebih fleksibel dan adaptif.
contoh : seperti seseorang yang ingin maju dalam ujian lisan, dimana ia memahami materi tersebut, dan ketika ia maju ia menjelaskan materinya beda dari apa yang dia pelajari.
2. Teori kinerja terampil
Terlepas dari kenyataan bahwa telah begitu banyak
dipe;ajari dan dibahas, ada sejumlah perspektif teoritis yang berbeda tentang
apa keterampilan komunikasi benar-benar
diperlukan. Perspektif muncul dari fakta bahwa sifat atau karakteristik
dari sampel yang di berikan prilaku dapat dikodekan pada berbagai tingkat abstraksi..
sebagai contoh , penilai
mungkin menilai seseorang adalah “ ramah” atau tidak.
Komunikasi yang kompeten ditandai dengan,
a.EfektifitaS
b.Kesesuiaan,
artinya komunikator yang kompeten mampu
mencapai tujuannya sementara juga bertindak dengn cara yang tepat secara
social.